The Allah Make Me Do It
Karya: zahran 8c
Dunia Raya adalah kehancuran yang bertubi-tubi. Ia mahasiswa hukum yang cerdas, namun dalam waktu singkat, ia kehilangan Ayahnya dan Kakak perempuannya, Laras. Kehilangan ini bukan hanya merenggut orang terkasih, tetapi juga jangkar spiritualnya. Raya merasa dikhianati oleh takdir, oleh Tuhannya sendiri.
Ia memilih jalan terjauh dari imannya, meninggalkan salat dan nilai-nilai lama. Ia mencari pelarian yang ekstrem, hanya untuk terseret ke dalam kekacauan. Puncaknya, ia dituduh menyebabkan kematian seseorang saat mencoba melerai perkelahian.
Di sel yang dingin, Raya diserang oleh bisikan kekufuran yang mencekik. Ia merasa seluruh kekuatan gelap di dunia bersatu untuk menekan dan menghakiminya. Setiap malam, ia berjuang melawan keinginan untuk menyerah total.
Di luar, kasusnya disidangkan. Jaksa menggunakan masa lalu Raya yang kelam sebagai bukti karakternya yang buruk. Raya merasa tidak ada harapan.
Namun, di tengah ketersesakan itu, sebuah Intervensi mulai bekerja.
Pengacara umum Raya, Bu Ratna, menemukan kejanggalan dalam kasus ini. Bu Ratna, seorang wanita yang dikenal sangat logis, mulai merasa ada kekuatan asing yang mengarahkan penyelidikannya. Ia menemukan petunjuk yang datang secara misterius dan tepat waktu.
Pertama, tanpa sengaja ia menemukan buku harian lama Laras yang berisi potongan ayat tentang kesabaran, yang juga menyebut nama seorang mantan ahli forensik digital. Kedua, ahli forensik digital itu, yang sudah pensiun dan hidup terisolasi, tiba-tiba merasa didatangi mimpi yang kuat yang membuatnya bersedia membantu kasus Raya. Pria itu berhasil memulihkan data dari CCTV yang sudah hancur total, menunjukkan bahwa Raya bertindak dalam kepanikan membela diri, bukan niat membunuh.
"Ini gila, Raya," bisik Bu Ratna di ruang konsultasi. "Aku tidak percaya takhayul, tapi ada tangan tak terlihat yang bekerja. Ini seperti... seseorang ingin kau dibebaskan."
Kalimat itu menampar Raya. Ia tersentak.
Tangan tak terlihat.
Ia menutup matanya dan akhirnya bersujud di atas lantai sel yang dingin. Saat itu, kebeningan Ilahi menembus jiwanya. Ia sadar, Allah tidak pernah meninggalkannya. Kematian Ayah dan Laras ternyata menjadi jalan untuk misi sosial besar yang Ayahnya persiapkan. Dan kasus hukum ini? Ini adalah benturan keras terakhir untuk menghentikan pelariannya menuju jurang.
Semua kesulitan, semua kehilangan, semua petunjuk misterius yang menyelamatkannya di persidangan—semua adalah "The Allah Make Me Do It." Allah tidak membiarkannya binasa; Allah membuat serangkaian kejadian ekstrem untuk memaksanya kembali mencari Cahaya. Penjara dan kesakitan batin adalah proses pembersihan yang lebih cepat daripada jika ia dibiarkan bebas.
Ketika Raya dinyatakan bebas dengan vonis bela diri, ia berjalan keluar dari gedung pengadilan dengan hati yang hancur namun tertambal oleh iman yang baru. Ia melihat ke langit, wajahnya dibasuh air mata syukur.
"Aku mengerti," bisiknya pelan. "Ya Allah, terima kasih. Engkau membuatku melakukannya—membuatku kembali. Rencana-Mu memang lebih indah, karena ia menjamin kepulanganku."
Raya tahu ia akan menggunakan hidupnya yang kedua ini sebagai seorang pembela keadilan, didorong oleh keyakinan bahwa di balik setiap kegelapan dan kehilangan, ada Rencana Ilahi yang sempurna yang selalu bekerja untuk menyelamatkan, bukan menghukum.
-TAMAT-


