Mading Digital

NESAMA

Suara Takbiran di Malam Sunyi

 Suara Takbiran di Malam Sunyi

 

Karya: Zahran

Kelas: 7f 


Malam takbiran telah tiba. Rian duduk di teras rumahnya, mendengarkan suara takbir yang berkumandang dari masjid. Ia merasa sedih karena tahun ini adalah Idul Fitri pertama tanpa kehadiran ibu dan neneknya.


Ibu Rian telah meninggal beberapa bulan lalu, dan neneknya pindah ke kota lain untuk merawat saudara laki-lakinya yang sakit. Rian merasa kesepian dan merindukan kehangatan keluarganya.


Ayah Rian, yang menyadari kesedihan anaknya, duduk di sebelah Rian dan memeluknya. "Ayah tahu kamu merindukan ibu dan nenek, tapi kita bisa membuat malam takbiran ini spesial dengan cara kita sendiri."


Rian tersenyum sedikit. Ayahnya mengajaknya untuk memasak makanan favorit ibunya, ketupat dan sambal. Mereka bekerja sama di dapur, dan Rian merasa sedikit lebih baik.


Setelah selesai memasak, mereka pergi ke masjid untuk melakukan salat tarawih. Rian merasa bahagia karena bisa merayakan Idul Fitri bersama ayahnya dan komunitas Muslim lainnya.


Ketika kembali ke rumah, Rian dan ayahnya menikmati makanan yang mereka masak bersama. Rian merasa sedikit lebih bahagia, karena ia tahu bahwa ibu dan neneknya selalu bersamanya dalam hati.


"Terima kasih, Ayah," kata Rian sambil memeluk ayahnya. "Malam takbiran ini memang spesial."


Ayah Rian tersenyum dan memeluknya erat. "Saya juga cinta kamu, anakku. Selamat Idul Fitri."


Rian dan ayahnya menghabiskan malam takbiran dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian, karena mereka memiliki Allah dan kehangatan keluarga mereka.


Keesokannya setelah solat idul Fitri Rian dan ayahnya pergi ziarah ke makam ibu Rian. Dan mendoakan yang terbaik untuk ibu Rian agar tenang di sana dan rian berharap bahwa suatu saat nanti dia bisa berkumpul lagi bersama ibunya. 


Saat, Rian sedang duduk bersantai dia melihat nenek dan adiknya sudah pulang. Rian sangat senang lalu langsung memeluk mereka berdua.


"Akhirnya kalian berdua pulang juga. Aku kangen kalian kenapa sangat lama sekali." Ucap Rian dengan nada gembira 


Mereka pun berpelukan lalu Rian mendengar nenek dan adiknya berbicara kepada Rian. 


"Jaga diri baik-baik yah cucu nenek Rian. Jadi anak yang pintar dan nurut sama ayah kamu.Nenek dan ibu serta adikmu sayang sekali sama kamu." Ucap nenek riyan dengan nada lembut.


"Iya jaga diri baik baik ya kak. Adek sayang Kaka." Ucap adik Rian.


Rian pun kebingungan dengan ucapan mereka.lalu ada ayah Rian yang mendatangi Rian lalu bertanya.


"Kamu ngomong sama siapa nak?." Tanya ayah Rian 


"Hah.ini ada nenek sama adik loh". Ucap rian. 


Pas berbalik ke arah pintu tidak ada siapa siapa dan Rian sangat kebingungan setelah itu ada telpon dari rumah sakit bahwa. Nenek dan adiknya Rian sudah meninggal dunia. Rian yang mendengar itu sangat bingung karna baru saja tadi bertemu. Lalu ia menyadari bahwa itu adalah arwah adik dan neneknya yang ingin berpamitan. 


Rian pun menangis setelah menyadari hal itu. 


bersyukur lah kalian karena bisa merayakan idul Fitri dengan kelurga. dan selalu sayangilah keluarga kalian. Bahkan banyak orang yang sulit bertemu keluarga mereka saat hari raya idul Fitri. Jadi bersyukur lah. Selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin.


-TAMAT-

0 Komentar:

Posting Komentar